Dhuaja

LAMBANG SATUAN (DHUAJA) KOREM 044/GARUDA DEMPO DAN PENJELASAN ARTI/MAKNANYA.

  1. DSC_1578Bentuk.
  • Dhuaja.
    • Dhuaja Korem 044/Garuda Dempo berbentuk segi empat dibuat dari kain beludru berwarna rumput hijau dengan tepi jumbai kuning emas.
    • Dibagian muka sebelah kanan dilukiskan lambang Kodam II/Sriwijaya.
    • Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan lambang Dhuaja Korem 044/Garuda Dempo, dengan susunan sebagai berikut :
      • Bintang bersudut lima.
      • Perisai berbentuk bulat Bulan purnama.
      • Lingkaran pancaran cahaya kuning emas.
      • Burung Garuda berwarna kuning emas.
      • Pelangi pita Seloka warna emas, ”Garuda Dempo”.
      • Gunung Dempo warna biru 044.
      • Dasar warna merah dan biru.
      • Tata warna adalah rumput hijau/hijau tua, merah darah, biru tua, kuning emas, hitam, putih perak.
    • Standar dan Kepala Standar.
      • Standar Dhuaja dibuat dari bahan kayu sawo/sono, diplitur warna cokelat/ sawo matang.
      • Kepala standar dibuat dari kuningan disepuh emas.
      • Kepala standar dengan Candra Sengkala ”EKA SANTOSA ASTANING NAGARA”, terdiri dari burung yang berpijak pada bejana yang diukir dan beralaskan garis bersusun lima, empat bejana diletakkan.
  1. Ukuran Dhuaja.
    • Panjang : 90 cm dan jumbai 7 cm.
    • Lebar : 60 cm dan jumbai atas/bawah.Masing-masing 7 cm.
    • Inti lambang : 60 cm x 50 cm.
    • Mahkota : 25 cm x 15 cm.
    • Panjang Tian : 2 m.
    • Garis tengah tiang : 4 cm.
    • Standar (dudukan tiang): Tinggi 45 cm dan lebar 50 cm.
  1. Tata Warna.
  •      Dhuaja.
    • Dasar Dhuaja kain beludru berwarna : Hijau rumput/hijau Tua
    • Jumbai : Kuning emas
    • Bintang bersudut lima : Kuning emas.
    • Perisai berbentuk bulat Bulan purnama : Bergaris merah/Biru Tua.
    • Lingkaran pancaran cahaya : Kuning emas.
    • Burung Garuda : Kuning emas.
    • Pelangi pita seloka : Kuning emas.
    • Gunung Dempo : Biru tua.
    • Tulisan Garuda Dempo : Hitam.
    • Tulisan angka 044 : Kuning emas.
  • Arti Warna.
    • Hijau rumput/Hijau tua : Ketentraman dan kemakmuran.
    • Kuning emas : Keagungan, keluhuran, bijaksana, Kecendikiawan, kesatria.
    • Merah darah : Keberanian.
    • Biru tua : Ketenangan dan kebebasan.
    • Hitam : Keteguhan dan kesentosaan.
    • Putih perak : Kebenaran didasari kesucian.
  1. Arti / Makna Keseluruhan.
    1. Lukisan.
      1. Bintang bersudut lima :
        1. Melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai sumber keluhuran budi dan ketinggian cita-cita kehidupan Bangsa Indonesia.
        2. Mewujudkan Lambang khas dari Matra Darat.
      2. Perisai berbentuk bulat Bulan purnama :
        1. Mengandung arti Kebulatan Tekad dalam mengabdi kepada Negara dan Bangsa yang berdasarkan Pancasila.
        2. Sebagai Perisai/Bhayangkari Negara yang melambang- kan Ketahanan mental dan fisik.
        3. Melambangkan Geografi sebagai wadah dan Demografi sebagai isi dalam proses pengelolaan/pembinaan Teritorial.
        4. Melambangkan Kesatuan dan Kemanungggalan TNI bersama Rakyat.
      3. Lingkaran pancaran Cahaya. Pancaran cahaya kuning emas yang melingkari perisai, melambangkan potensi Korem 044/Garuda Dempo, yang dijiwai oleh semangat 45, yang tak kunjung padam.
      4. Burung Garuda . Melambangkan keterampilan Prajurit Sapta Marga di medan juang dalam melaksanakan tugas, khususnya pembinaan dan penguasaan wilayah.
      5. Pelangi pita seloka warna Kuning emas, bertuliskan huruf cetak berwarna Hitam ” Garuda Dempo” :
        1. Sebagai pengikat bathin yang erat untuk mengenang dan melanjutkan cita-cita para Pejuang Revolusi fisik Brigade Dempo, pada saat melawan dan mengusir Penjajah Belanda.
        2. Tulisan Hitam, melambangkan suatu keteguhan iman, kesentosaan, kebulatan tekad dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sumber keluhuran budi dan ketinggian cita-cita.
      6. Gunung Dempo bertuliskan angka 044. Melambangkan kesuburan, keluhuran dan cikal bakal TNI di Sumatera bagian Selatan serta nomor urut Korem yang ada di Kodam II/Sriwijaya.
      7. Dasar perisai berwarna Merah dan Biru :
        1. Warna Merah melambangkan keberanian. Dalam menghadapi segala tugas harus berani berdasarkan kesetiaan dan kebenaran.
        2. Warna Biru melambangkan ketenangan. Dalam menghadapi segala tugas harus tenang berdasarkan rencana program konsepsional yang matang dan berlanjut dan dapat menampung/ mengatasi segala masalah yang dihadapi.
    2. Kepala Standar
      1. Garis melingkar bersusun lima, tempat bejana diletakkan :
        1. Landasan Pancasila.
        2. Melambangkan dasar yang kokoh kuat dan tinggi dari cita-cita TNI AD dalam pelaksanaan pembangunan.
      2. Bejana yang diukir. Melambangkan tempat/sumber ilmu serta sumber segala bidang kehidupan TNI AD.
      3. Burung Garuda. Melambangkan keterampilan Prajurit Sapta Marga di medan juang, dengan tugas-tugasnya, khususnya pembinaan dan penguasaan wilayah.
      4. Chandra Sengkala ”Eka Santosa Astaning Nagara” (1981), yang berarti : Turut serta mewujudkan keamanan dan ketentraman Bangsa dan Negara Indonesia dengan jalan membina masyarakat dan membina wilayah dalam kesiapan untuk menjadi Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh, berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, dan menjiwai semangat juang 45, serta bertanggungjawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Kesimpulan Arti/Makna Lambang Dhuaja Korem 044/Garuda Dempo . Di bawah naungan Lambang Dhuaja Korem 044/Garuda Dempo, dalam melaksanakan tugas apapun yang dibebankan oleh TNI AD khususnya bidang Teritorial, selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi Pancasila, dengan pedoman hidup Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, berteguh hati dan mengamalkan bhaktinya dalam membina wilayah untuk ditertibkan menjadi Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh.